Translate

Kamis, 05 Oktober 2017

Kesempatan Tak Datang Dua Kali

Chat yang terbilang tak panjang namun mampu membuatku dekat dengannya. Chat-chat singkat dan berjangka. Sejak itu aku mulai berani untuk mengesampingkan rasa pemaluku ini. Membuang sejenak rasa sungkanku terhadap kawanku. Bukan berarti aku tak menghargai kawanku, tapi ini masalah hatiku. Hatiku tak mampu berlama-lama menyembunyikan rasa ini. Aku hanyalah aku. Wanita biasa yang ingin merasakan cinta, kasih, dan sayang dari seorang pria yang kucintai, kukasihi, dan kusayangi. Apakah itu salah? Awalnya aku berpikir ini semua salah. Kukorbankan perasaan kawanku demi kebahagiaanku. Tapi kata orang ini semua boleh-boleh saja. Tak ada status diantara mereka, tak ada kejelasan antara mereka, dan janur kuning pun belum melengkung. Kesempatan tak datang dua kali.
Melihat pemandangan indah ciptaan sang pencipta bersama seorang pria yang kudambakan sejak lama adalah sebuah anugrah terindah bagi diriku saat itu. Menaiki sebuah motor dengan bumbu canda tawa selama perjalanan tak mudah untuk dilupakan. Sampai saat ini kenangan tersebut masih sangat tersimpan rapi. Tak tercampur dengan lainnya. Masih sangat terasa betapa bahagianya aku saat itu. Rasa getar-getar didada saat bersamanya masih dapat aku ingat. Seandainya kubisa menghentikan waktu. Akan ku hentikan waktu saat itu jua, agar kubisa selalu didekatnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar