Translate

Sabtu, 10 Desember 2016

Rasa yang Terpendam


Asing - Kenal - Tahu. Cukup itu saja. Tak lebih dan tak berubah sebelum hari itu tiba. Mulai bicara dan tertawa karena kondisi yang kurang menyenangkan.
Asing - Kenal – Tahu – Teman. Karena hari itu, aku dan dia kini berteman. Membahas awal bertemu, keluarga, dan hal-hal yang tak terduga lainnya.
Canda tawa menyelimuti kita beberapa waktu. Hanya beberapa waktu saja. Karena kini sudah tak lagi.
Entah sejak kapan perasaan ini muncul, aku tak tahu pastinya. Canggung dan bingung. Itulah yang kurasakan saat bertemunya.
Tak mampu kaki ini melangkah mendekatinya. Tak mampu bibir ini memulai percakapan. Tak mampu tangan ini melambai kearahnya. Sungguh tak mampu.
Dari kejauhan kini kumelihatnya. Dari kejauhan kumendengar suaranya. Dari kejauhan kuberdoa untuknya.
Disini, aku setia menunggu. Menanti dia mengerti akan semua ini. Rasa yang kusimpan entah sejak kapan. Rasa yang membuatku gelisah saat kita curi pandang.

Tuhan. Tuhankulah yang maha mengetahui. Hanya tuhankulah yang mengerti segalanya. Garis hidup sudah dituliskan-NYA untukku. Bertemu dengannya dan memendam ini semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar