Terlambat,
Terlambat
tak selalu buruk
Karena
terlambat,
Kutahu
dirinya dan kukenal dirinya
Kekhawatirannya
amatlah nampak
Kedewasaannya
sangatlah terasa
Begitulah
saat ku lihat dirinya
Begitulah
penilaianku kepadanya
Hari berganti
hari
Hampir
saja kulupa tentangnya
Tapi itu
semua hanyalah “hampir”
Karena
kenyataannya, dia mampu menggoyahkanku lagi
“Assalamualaikum”, terdengar lirih dari
mulutnya saat Shila duduk. Tak jelas maksud salam kepada siapa, karena ia
berlalu begitu saja. Entah Shila yang begitu percaya diri kalau salam itu
untunya atau apalah itu, seketika Shilla langsung salah tingkah sendiri. Senyum
mengembang malu disudut bibir Shila. Shila pun menunduk. Shila berpikir dan
merangkai semua kejadian-kejadian yang melibatkan sesosok orang tersebut. Orang
yang berasal dari pulau yang berbeda, umur yang berbeda, warna kulit yang
berbeda, tinggi yang berbeda, basic yang berbeda, dan yang berbeda-berbeda
lainnya. Menurut Shila, perbedaan itu bukanlah masalah. Oleh karena itu kini Shila
mulai memikirkannya lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar