“Masa SMA adalah
masa yang luar biasa bagi gw. Hampir 3 tahun gw di SMA Harapan ini. Di SMA gw bisa kenal dan punya banyak teman dengan sifat yang beraneka macam, gw bisa
belajar berorganisasi dengan orang-orang yang luar biasa. Di SMA ini gw mulai
mengenal apa itu yang dinamakan cinta. Tapi masa cinta gw di SMA tidak seindah
teman-teman gw lainnya. Cinta gw begitu absurd dan aneh. Mungkin teman-teman gw yang mengetahui akan bilang kalo kisah cinta gw ini tragis. Menjadi orang yang
tak diinginkan disebuah hubungan. Menjadi pengagum rahasia. Menjadi cinta sesaat. Menjadi korban php.” Begitulah yang ditulis Dini di blog kesayangannya itu.
Kurang
dari 10 bulan lagi Dini akan mengakhiri masa SMAnya. Dini ingin melanjutkan
kuliah di universitas negeri yang berada di provinsi tetangga, kira-kira 400km
dari tempat tinggalnya kini.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Dengan buru-buru
Dini memarkirkan motornya dan segera memasuki ruang kelasnya. Saat pintu
dibukanya. Ruang kelas itu pun sepi. Hanya terlihat tas teman-temannya.
“Pada dimana ya?”
tanyanya dalam hati.
“Untuk anak-anak
kelas 12 segera menuju ke ruang aula karena akan ada penyuluhan,” terdengar
suara pengumuman dari speaker kelas.
Tak pikir
panjang, Dini langsung berlari menuju aula. Karena kecerobohannya, Dini sempat
dibut maulu oleh kelakuannya sendiri. Tersandung anak tangga saat ia
menaikinya. Sesampainya dimuka pintu, Dini langung mengisi absensi dan masuk ke
dalam aula bersama temannya dari kelas lain. Duduk di samping
sahabat-sahabatnya, itulah yang Dini lakukan setelah melihat sahabat-sahabatnya
duduk di kursi paling belakang.
Penyuluhan pun
dimulai. Diawali dengan doa kemudin sambutan. Saat acara inti, Dini dan sahabat-sahabatnya
tak tahan untuk mulai menggosip ria.
“Eh gw punya gossip
baru nih,” kata salah seorang sahabatnya.
“Gosip apa Van?”
Siska.
“Vani mah emang
gudangnya gossip,” celetukku.
“Mau dengerin
gak?” Vani
“Bolehlah,
daripada gabut kaya gini,” Ratih.
“Eh jadikan, gw
sama Lala kemarin pulang tuh. Nah kita liat si itu tu,” Vani.
“Si itu sapa sih
Van?” Tyas.
“Itu lo, yang
kemarin kita omongin di kelas,” Lala.
“Oh yayayaa,
lanjut-lanjut,” Dini.
Gossip mereka
nampaknya makin asik. Sampai-sampai beberapa kali mereka didatengin guru
penjaga dan diceramahin A-Z. Tapi tetap saja mereka taka da kapoknya. Bahkan semakin
asik mereka menggospinya. Tiba-tiba ditengah merka menggosip, Dini nampak
meneteskan air mata.
“Jadi, dia tau? Siapa
yang ngasih tau? Tapi dia kok sinis ke gw?”
“Si itulah Din,”
kata sahabat-sahabatnya.
“Jangan-jangan
dia ceritain gak sesuai kenyataan lagi. Jangan-jangan dia jelek-jelekin gw. Mati
deh gw. Gw punya haters,” ucapnya sembari tertawa dan meneteskan air mata.
“Din, kayanya
hubungan lu sama di taik itu dah nyebar deh. Si Vino aja udah tau,” Tyas.
“Motivasinya dia
cerita-cerita ke banyak orang apa sih? Untungnya apa sih? Kenapa dia
jelek-jelekin gw? Itukan udah dulu. Harusnya orang-orang tau yang sebenarnya,
ga kaya gini,” Dini.
“Mungkin biar
kejelekannya ketutup Din. Mungkin biar orang-orang ngira salahnya lu. Tapi ya
ga ngerti juga sih kita,” Vani.
“Eh guys,
jangan-jangan si Nata sengak ke gw gara-gara dia tau yang aneh-aneh tentang gw
dari si itu. Jangan-jangan Nata taunya gw bukan cewe baik-baik,” Dini
“Udahlah udah,”
Siska.
“Sumpah
fix gw sekarang benci lagi sama dia. Dulu gw udah biasa aja ke dia. Gw udah gak
benci, tapi gara-gara ini. Fix bakal gw block accountnya dia,” Emosi Dini
menjadi-jadi ditengah-tengah acara inti penyuluhan itu.
---------------------------------------------------------------------------------------------
“Tuhan, jangan
sampai orang-orang memfitnahku. Jangan sampai cerita buruk mengenaiku menyebar.
Jangan sampai orang yang saat ini kukagumi mendengar fitnahan mengenai diriku. Ya
Tuhan, bagaimana caranya agar orang yang kukagumi tidak mendengar mengenai
fitnahan diriku? Apa aku harus menjauhinya? Kalau itu caranya agar orang yang
kukagumi tidak mendengar, akan kulakukan Tuhan. Tuhan tolonglah aku. Tunjukanlah
kebenaran dan kebesaran-MU kepada orang-orang
disekelilingku Tuhan,” itulah panjatan Doa Dini.
Dini merasa terpukul
sekali mendengar kabar buruk mengenai dirinya itu. Saat sampai di rumah, Dini
masih saja memikirkannya. Tak mudah untuknya menerima kabar buruk mengenai
dirinya menyebar. Rasanya ingin sekali Dini memberitahu kepada semua apa yang
telah terjadi secara real.
Kini adalah hari
kesekian setelah Dini mengetahui kabar itu. Artinya sudah sekian lama Dini
menjauh dari orang yang dikaguminya itu. Membohongi perasaan dan merelakannya
pergi bukanlah perkara yang mudah, tapi itu semua harus dilakukan Dini agar
seseorang yang dikaguminya itu tidak mendengar fitnah-fitnah buruk mengenai
dirinya. Sekarang Dini harus berpura-pura seolah tak ada sesuatu yang terjadi
di dalam hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar