Translate

Rabu, 25 Oktober 2017

FRIEND UNTIL.........

              “Prak,” sebuah tamparan melayang tepat di pipi Tama, “aku gak bisa kaya gini terus. Kesabaran ku ada batesnya, Tam,” Lia
        Tama bingung dengan apa yang baru saja ia alami. Tiba-tiba dengan wajah yang marah sembari meneteskan air mata Lia datang kemudian bergerutu dengan nada yang tinggi. Tak ada hujan tak ada badai, semua terjadi begitu saja.
          “Lu kenapa sih?” tanyanya heran.
          Tama dan Lia adalah seorang sahabat yang sudah saling mengenal sejak  mereka duduk di kelas 1 sma. Persahabatan mereka kini sudah terjalin kurang lebih 5tahun. Hampir setiap hari mereka selalu bertemu. Patilah mereka sering bertemu, rumah mereka saja berhadapan. Mereka tinggal dalam kompleks yang sama.
          “Gimana akting gue?” tanya Lia sembari tertawa dan mengusap air matanya, “bagus kan, Tam?”
        “Anjay lu, gue kira ada apaan. Dasar bangke lu!” Tam dengan nada olokan seperti biasa kepada Lia
          “Gue besok mau casting nih,” senggol Tama.
          “Casting figuran? Hahaha,” Tama tertawa.
          “Doain gue kek,” Lia
       “Gue doain Li. Bismillah lu besok bakal jadi orang hebat deh. Gue bakal jadi fans pertama lu without your fam,” sembari tersenyum lebar.

          
      Setelah 2 tahun berlalu, Lia kini seorang mahasiswi tingkat akhir di IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Cita-citanya kini tak sededar cita-cita. Paras Lia yang cantik, manis dan kulit Lia yang bersih walaupun tidak terlalu putih mendorong sekali dirinya untuk menjadi seorang artis. Tama adalah satu-satu sahabat terdekatnya sampai saat ini. Tama selalu mensuport apapun yang Lia kerjakan. Lia sangatlah beruntung mempunyai sahabat seperti Tama. Sering sekali Tama mengantarkan Lia untuk keluar masuk pintu lokasi casting. Walaupun kini Lia sudah sering di contact beberapa pihak untuk menjadi pembawa acara, menjadi pemeran beberapa ftv, menjadi iklan sebuah produk, tapi Lia tetap mau untuk casting kesana-kemari. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar