Translate

Sabtu, 29 Oktober 2016

GAYSA DAN CERITANYA


“Semua yang kurantas hilang begitu saja setelah hari itu. Setelah kau beri sesuatu kepadaku. Sesuatu yang berharga bagiku namun sangat sulit bagiku untuk melepasnya. Terlukis indah dengar binar bak batu permata. Selalu berterbangan di dalam pikirku. Semakin sulit bagiku keluar dari penjara ini. Penjara perasaan yang terlihat amat manis. Tak jelas. Sungguh tak ada kejelasan.”
Beberapa hari tanpa kontak langsung dan komunikasi.
Semenjak hari itu perasaannya mulai muncul kembali. Perasaan yang sempat ia kubur dalam-dalam. Bingung tak tahu harus bagaimana. Itulah Gaysa sekarang. Bimbang.
Duduk di bangku kelas dengan headset di telinga kanan memutarkan lagu yang membuat Gaysa meratapi nasibnya sejenak. Lagu yang sangat mengena yang sempat membuatnya berkaca pada saat itu.

Why you gotta hug me
Like that every time you see me
Why you always making me laugh
Swear you're catching feelings
I loved you from the start
So it breaks my heart

Tak hanya sekali saja lagu itu berkumandang. Kira-kira empat kali lagu itu diulang-ulang oleh Gaysa. Terlintas begitu saja wajah seseorang itu saat mendengar lagu itu.
“Gak boleh. gw harus lupain dia. Pliss sya lupain dia,” Gerutunya dalam hati.
Ditengah-tengah Gaysa menggerutu di dalam hati, Ayu sahabatnya tiba-tiba mendekati Gaysa dengan raut yang berbeda. Seperti ada sesuatu yang ingin sekali Ayu sampaikan pada Gaysa.
“Sa, gw tadi di panggil dia looooooh. Lu harus tau!
Gaysa terlihat biasa saja tapi dalam hatinya ia sangat bertanya-tanya. Yap, sahabtannya sudah mengetahui kalau Gaysa sedikit memberi hati kepada seseorang itu. Sahabat Gaysa pun sudah mengetahui jika Gaysa berusaha melupakan seseorang itu.
“Tuhan, berilah petunjukmu. Jika kita dapat bersatu persatukanlah. Jika ada seseorang untuknya yang lebih baik dari aku, aku rela Tuhan. Tuhan hatiku selalu bertanya. Selalu. Setiap waktu. Apakah feelingku ini benar? Apakah sebenarnya dia mencintai bukan diriku? Apakah dia mencintai sahabatku? Tuhan, kalau dia mencintai sahabatku aku ikhlas. Aku rela. Aku ridho. Tuhan, tolong berilah yang terbaik untukku dan dirinya. aamiin,” ucap Gaysa dalam doanya.

Hasil gambar untuk dalam sujudku berdoa


Kebingungan, kegundahan, kegalauan, kerisauan. Itu semua terlihat jelas di muka Gaysa sampai detik ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar